Terkait Mutasi ASN Tiga Kali dalam Sebulan, Wali Kota Jamaluddin Bantah Didasari Sentimen

Terkait Mutasi ASN Tiga Kali dalam Sebulan, Wali Kota Jamaluddin Bantah Didasari Sentimen
Keterangan Foto : ASN Midarni Harefa. Ist

Sibolga, Pijar Tapanuli - Walikota Sibolga Jamaluddin Pohan Membantah berlaku semena-mena kepada bawahannya Midarni Harefa, ASN di lingkungan Pemkot Sibolga, terkait adanya mutasi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) Midarni Harefa tiga kali dalam satu bulan, yang diduga karena suaminya terkait di persoalan Tangkahan UD Budi Jaya.

Pernyataanya tersebut menanggapi keluhan Mirdani, yang mengalami mutasi penempatan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu bulan.

Jamaluddin mengatakan kebijakan pemutasian itu semata untuk peningkatan produktivitas kerja bawahannya tersebut. Bukan didasari sentimen.

“Memutasi (Mirdani) nya, Kepala Dinas. Tapi, sebagai ASN, dia harus bersedia ditempatkan di mana saja. Sesuai sumpah seorang ASN,” katanya, Senin (20/3) di Sibolga.

Terkait persoalan ini, Jamaluddin mengaku telah menerima surat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Ombudsman untuk dimintai klarifikasi.

“Kami (Pemkot Sibolga) sudah memberikan jawaban dan penjelasan kepada BKN dan Ombudman,” sebutnya.

Sebelumnya, Mirdani mengaku merasa menerima perlakuan tidak adil dengan pemutasian yang dialaminya.

Menurutnya, kebijakan tersebut ada kaitannya dengan konflik penguasaan lahan antara Pemkot Sibolga dan UD Budi Jaya, tempat suaminya bekerja.

“Awalnya, saya bertugas sebagai Guru TK Pembina, dimutasi menjadi guru SD dan dipindahkan lagi ke TK Pembina. Kemudian, dimutasi ke RSUD DR.F.L.Tobing, hingga kini,” tutur Mirdani, di rumahnya, di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (18/3).

“Saya tidak tahu kesalahan apa, yang pernah saya perbuat. Jujur, saya bingung kenapa bisa dalam satu bulan dimutasi hingga tiga kali. Padahal, guru adalah profesi yang sangat saya cintai,” ujarnya sembari menahan tangis.(7la).