Waisak 2568 TB/2024 Di Sibolga, "Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa"
Sibolga, Pijar Tapanuli - Peringatan hari tri suci Waisak 2568 Tahun Buddhis/2024 di kota Sibolga, kamis (23/05/2024) mengambil thema "Keharmonisan merupakan pedoman hidup berdampingan dalam berbangsa"
Peringatan Tri Suci Waisak di kota Sibolga dimulai sekitar pukul 07.30 wib yang diawali dengan acara prosesi berjalan dari Vihara Avalokitesvara sibolga jl. S Parman, menuju jalan Brigjen katamso, berbelok menuju jalan A Yani untuk ambil api suci dari vihara yang paling tua di jalan A Yani, kemudian berbelok menuju jl.Imam Bonjol dan kembali ke vihara avalokitesvara untuk menghidupkan api upacara di vihara belakang.

Setelah sampai di vihara, prosesi berjalan naik kelantai II untuk pemandian pangeran sidharta yang artinya untuk pembersihan diri sendiri, kemudian prosesi kembali turun menuju tempat pangeran sidharta mencapai penerangan sempurna dan dilanjut ke varini bana (tempat pangeran sidharta meninggal).
Usai dari sana, prosesi kembali ke gedung aula vihara avalokitesvara lantai II untuk memulai upacara/kebaktian perayaan waisak 2568 Tahun Buddhis / 2024.

Dhamma desana/pengkotbah, Bhante abivaro dalam kotbahnya menyampaikan bahwa, semua orang akan mengalami usia tua dan sakit. Setelah 6 tahun sebagai orang pertapa, akhirnya Sidharta jadi sang budha.
"Sidharta mengajarkan kebajikan selama 45 tahun, oleh karena itu, kebajikan yang diajarkan melalui Vihara ini jangan ramai hanya saat hari besar waisak saja, Vihara ini hendaknya bisa dijadikan tempat bertapa untuk mencari ilmu atau pengetahuan, terutama ajaran bagaimana hidup berdampingan dengan sesama. Kita datang ke vihara ini untuk mendapatkan pelajaran cinta kasih , dan hidup berbahagia. Kita tentu menginginkan hidup dengan penuh cinta kasih " jelas Bante Abivaro.

Oleh karena itu, Bante berharap, setiap ada masalah itu, jangan dihindari namun dihadapi, dengan mendapatkan ajaran cinta kasih yang bebas dari kebencian tentu akan dapat menyelesaikan masalah dengan saling memaafkan terutama dengan orang yang sebelumnya kita benci. Praktekkan ajaran vihara itu dengan baik, terutama kebajikannya. Keharmonisan merupakan pedoman hidup berdampingan dalam berbangsa.
Sementara itu, Ketua umum Yayasan Vihara Budha Sibolga Hardi virgo, usai acara kebaktian, dalam sambutannya mengatakan bahwa vihara budha ini adalah pohon, datanglah ke vihara untuk dapat mempelajari dan bisa mengamalkan kebajikan yang diajarkan Sidharta.

"Laksanakanlah ajaran yang sudah diberikan oleh bhante dalam mengajarkan cinta kasih. Selamat hari tri suci waisak," Jelas Hardi Virgo.
Ketua Majelis Budhayana Indonesia (MBI) kota Sibolga, Margono mengatakan memaknai peringatan Waisak adalah tiga peristiwa penting yang dialami Sang Budha.
"Ketiga peristiwa penting itu adalah, kelahiran sang Budha, pencapaian sempurna, varini bana/meninggal," jelas Margono.

Menurut margono, Selain pelaksanaan upacara waisak dalam menyambut Waisak 2568 TB, Pengurus yayasan Vihara Avalokitesvara Sibolga dan pengurus MBI kota Sibolga juga melaksanakan, jamuan makan untuk orang tua yang berumur diatas 50 tahun, kemudian pelaksanaan Donor darah yang mencapai hingga 32 orang, juga pemeriksaan kesehatan hingga sampai 80 orang, serta pembagian paket waisak berupa sembako beras, indomie, gula untuk kalangan pra sejahtera umat budha kota Sibolga untuk 180 paket termasuk pegawai yayasan dan pegawai perguruan Tri Ratna Sibolga.

Hadir dalam upacara Waisak 2568 TB/2024 di Vihara avalokitesvara Sibolga, Dhamma desana/pengkotbah, Bhante abivaro, Ketua umum yayasan vihara Avalokitesvara Sibolga hardi virgo, wakil ketua umum yayasan, Andri parlinggoman alias alok, ketua MBI margono, Kabid kerohanian Gunawan, Kabid pendidikan yayasan, Hartono kosasih, Kabid sosial Hakim sudiman alias alenk, para ibu-ibu, bapak-bapak, muda mudi, remaja, anak anak umat Budha kota Sibolga.(Son)