Polres Tapteng Bantah Tuduhan Bakhtiar, bahwa Oknum Polisi Provokator. Kapolres: Tuduhan Itu Hoax & Melukai!

Polres Tapteng Bantah Tuduhan Bakhtiar, bahwa Oknum Polisi Provokator. Kapolres: Tuduhan Itu Hoax & Melukai!
Keterangan Foto : Kapolres Tapteng AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.H., dàn jajarannya. 7la/Pijar Tapanuli.

Pandan, Pijar Tapanuli – Kepolisian Resor Tapanuli Tengah (Polres Tapteng) merespons keras tuduhan Bakhtiar Ahmad Sibarani mantan Bupati Tapteng yang menyebut dua personel Satuan Intelkam sebagai provokator kericuhan di depan kediaman pribadi mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, pada Jumat (31/10/2025) lalu.

Pihak Polres Tapteng secara resmi menyatakan bahwa tuduhan tersebut adalah Hoax/Tidak Benar dan menegaskan bahwa kedua anggotanya justru menjadi korban pemukulan saat menjalankan tugas negara.

Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Tapteng, AKP Daniel P. Sinaga, SH, mengonfirmasi bahwa pengamanan aksi unjuk rasa Gerakan Tapteng Bersatu Untuk Perubahan (GTBUP) telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan mengerahkan 92 personel berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin/1271/X/PAM 3.2/2025.

Bahkan, Kasat Intelkam Polres Tapteng, IPTU OS. Colia, menjadi pihak yang paling tegas membantah tuduhan tersebut. Ia membenarkan bahwa dua personel Intelkam, BRIGADIR WM dan BRIPDA CCT (Ba Sat Intelkam Polres Tapteng), berada di lokasi, ditugaskan sesuai surat perintah pengamanan aksi unjuk rasa GTBUP, bukan sebagai provokator.

“Kami tegaskan ! tuduhan bahwa dua personel anggota Sat Intelkam kami menjadi provokator kericuhan adalah Hoax/Tidak Benar. Keduanya bertugas sesuai SOP untuk melaksanakan Pulbaket (Pengumpulan Bahan Keterangan) dengan cara mendokumentasikan atau memvideokan situasi kejadian," Tegas IPTU OS. Colia.

Informasi yang diperoleh wartawàn, bahwa kedua Personil tersebut adalah korban. Brigadir W.M. Diserang Tiba-tiba: Pada pukul 14.40 Wib, Brigadir W.M. tiba di depan parkiran rumah eks bupati dan langsung memvideokan situasi. Ia tiba-tiba dituduh sebagai provokator oleh beberapa orang yang ada didepan rumah pribadi BS, didekati, diintimidasi, dan mengalami pemukulan pada bagian badan, kepala, dan wajah, serta HP milik Brigadir W.M dicoba dirampas beberapa orang, Brigadir W.M berhasil dievakuasi setelah diselamatkan oleh beberapa warga yang mengenalinya sebagai anggota Polisi.

Kemudian, Bripda CCT Dituduh Provokasi Palsu: Sementara itu, Bripda CCT yang juga merekam situasi menggunakan HP, turut menjadi sasaran amukan. Ia mengalami intimidasi dan pemukulan hingga percobaan perampasan HP. Tuduhan provokasi diarahkan kepadanya dengan teriakan “kau yang nyuruh bakar, bakar, serang itu”. 

Kasat Intelkam OS. Colia menegaskan, faktanya Bripda CCT hanya diam merekam dan tidak mengucapkan kata-kata provokatif tersebut. IPTU O.S Colia yang berada di lokasi segera mengamankan Bripda CCT ke dalam mobil Samapta sambil berteriak, “dia anggota saya, anggota Polisi.” Insiden inilah yang memicu tuduhan provokator yang semakin liar.

Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.H., menyampaikan sikap tegas Kepolisian Resor Tapanuli Tengah terkait insiden yang terjadi saat pelaksanaan unjuk rasa Gerakan Tapteng Bersatu Untuk Perubahan (GTBUP) pada Jumat, 31 Oktober 2025.

“Tuduhan Bahktiar yang menyebut dua personel Satuan Intelkam Polres Tapteng, BRIGADIR W.M. dan BRIPDA CCT, sebagai provokator kericuhan adalah tidak benar. Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, mari bersama sama kita ciptakan Kabupaten Tapanuli Tengah tetap kondusif" Tegas Kapolres Tapanuli Tengah, senin (3/11/2025) di mapolres Tapteng.

Fakta kunci dan bukti tegas. Kedua personel, Brigadir WM dan Bripda CCT, bertugas sesuai SOP dan tidak mengeluarkan kata-kata provokator. Keduanya mengalami pemukulan pada badan, kepala, dan wajah oleh warga yang ada didepan rumah pribadi BS. Rekaman video yang membuktikan tugas dan ketidakbersalahan kedua personel telah disimpan dengan baik di Seksi Propam Polres Tapteng dan siap ditampilkan ke publik sebagai bukti apabila diperlukan.

Sebagai tindak lanjut, Paminal Seksi Propam Polres Tapanuli Tengah telah melakukan penyelidikan mendalam, termasuk pemeriksaan saksi. Polres Tapteng berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri narasi bohong yang menyudutkan aparat keamanan.

Sementara itu sebelumnya, Aksi unjuk rasa damai terkait pembangunan kantor bupati Tapteng yang hingga saat ini "mangkrak" mengakibatkan dua Kubu yang Saling bentrok  dàn saling lempàr batu, jumat (31/10/2025) di Jl Raja Junjungan Lubis Pandàn kecamatan Pandàn kabupaten Tapanuli tengah Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ramahsyah Sibarani pimpin masa melakukan perlawanan terhadap ribuan masa yang akan melakukan aksi damai menyampaikan aspirasi terkait Proyek Mangkrak Kantor Bupati Tapanuli Tengah yang menelan biasa sebesar Rp.85 milyar lebih dimasa kepemimpinan Mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Amatan wartawan Jumat (31/10/2025) Ribuan massa yang terlihat berjalan kaki menuju Kantor DPRD Kabupaten Tapteng dari Jalan Raja Junjungan Lubis dan terlihat massa yang akan melakukan aksi dicegat sekelompok masa yang di pimpin Ketua Fraksi Nasdem Provinsi Sumut dan tidak menerima masa aksi demo dicegat dan spontan Dennis Simalangau selaku pemimpin aksi Kantor Bupati mangkrak mengatakan bahwa mereka menjalankan aksi damai, "dan ini bukan jalan nenek moyang lo dan kami mau ke gedung DPRD menyampaikan aksi tolong jangan dicegat. Aksi lempar- melemparpun akhirnya berlangsung didepan Rumah mewah milik mantan Bupati Tapteng, Bahktiar Ahmad Sibarani.

Mendengar hal itu Ketua Fraksi DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani merasa tak menerima dikatakan begitu spontan berontak dan hendak menghampiri Dennis Malango dan berhasil dihalangi anggota Polres Tapteng, Masa aksi demo Kantor Bupati mangkrak pun tak menerima dikatakan mengganggu ketertiban di jalan umum, dan masa yang pimpin Ketua Fraksi DPDR Sumut langsung menghujani batu kelompok masa yang akan demo.

Terlihat Anggota Polres Tapteng yang mengawal aksi berjalan kaki para demonstran menjadi panik atas insiden tersebut dan berupaya menenangkan kedua kubu.

Teriakan salah satu petugas Polres Tapteng mengatakan jangan lempari mereka yang mau melakukan aksi, tapi teriakan itu tidak dihiraukan masa yang dipimpin Ketua Fraksi DPRD Nasdem.

Aksi bentrok kedua kubuhpun dapat dilerai setelah mobil water Canon Polres Tapteng menyemprotkan air kepada kedua kelompok masa dan para demonstran langsung didampingi anggota Polres Tapteng menuju Gedung DPRD Tapteng.(7la/kn)